MITOS DAN FAKTA POLA MAKAN IBU HAMIL

Oleh Admin | Senin, 20 November 2017 | 65 Views
MITOS DAN FAKTA POLA MAKAN IBU HAMIL

 

 

Kehamilan merupakan kabar yang menggembirakan bagi semua calon ibu, begitu pula untuk keluarga dan orang-orang terdekat. Perhatian seringkali diungkapkan kepada calon ibu dengan berbagai nasihat dan himbauan. Perlu kita ketahui apakah beberapa hal yang dipercayai bermanfaat atau bahkan merugikan untuk kehamilan tersebut sesuai dengan bukti medis, supaya ibu hamil lebih bijak dalam menentukan pola makannya.

“Ibu hamil harus makan untuk dua orang”. Hal ini sering menjadi alasan untuk ibu hamil makan dengan porsi besar dan sering, demi pertumbuhan janin. Memang benar ibu hamil harus makan lebih banyak daripada biasanya, namun tidak sampai dua kali lipatnya. Penambahan asupan makanan yang disarankan untuk ibu hamil adalah sebesar 70 kkal/hari untuk usia kehamilan 0-3 bulan, 250 kkal/hari untuk usia kehamilan 3-6 bulan, dan 500 kkal untuk usia kehamilan 6-9 bulan. Sebagai perbandingan, 500 kkal adalah sebanyak 1 porsi nasi lengkap dengan lauk pauknya. Sehingga jika ibu hamil makan dua kali lipat dari biasanya, akan terjadi akumulasi kalori dan penambahan berat badan yang berlebih. Hal ini justru meningkatkan risiko terjadi beberapa komplikasi seperti diabetes atau hipertensi dalam kehamilan yang merugikan ibu maupun janin.

“Ibu hamil tidak boleh makan nanas”. Hingga kini belum ada bukti medis yang menunjukkan bahwa nanas mengandung zat berbahaya yang dapat mengakibatkan keguguran atau abortus. Meskipun nanas mengandung enzim bromelain yang bersifat proteolitik atau menghancurkan protein, kandungannya sangat sedikit sehingga tidak berpengaruh pada janin. Nanas adalah buah yang kaya vitamin C, bahkan 1 mangkuk nanas per hari dapat mencukupi kebutuhan vitamin C ibu hamil.

“Ibu hamil harus banyak makan kacang hijau supaya rambut bayi lebat”. Begitu pula dengan kacang hijau, belum ada bukti medis yang mendukung pendapat tersebut. Namun kacang hijau memang bermanfaat jika dikonsumsi oleh ibu hamil sebagai sumber protein, vitamin dan mineral yang baik.

“Ibu hamil minum air kelapa supaya kulit bayi bersih”. Air kelapa mengandung elektrolit yang baik diminum oleh ibu hamil, terutama jika ibu mengalami hiperemesis gravidarum atau mual muntah dalam kehamilan. Namun belum ada bukti medis dalam kaitannya dengan kulit bayi.

“Ibu hamil pasca melahirkan dilarang makan daging, ikan, telur atau susu supaya luka operasi cepat kering”. Daging, ikan, telur maupun susu merupakan sumber protein hewani yang diperlukan tubuh. Asupan protein yang tidak tercukupi dapat menimbulkan risiko penundaan penyembuhan luka ibu setelah melahirkan baik secara normal atau operasi.

Pola makan dan gaya hidup ibu merupakan penentu utamakesehatan bayi dan janin, bahkan dimulai sejak sebelum pembuahan. Penelitian-penelitian medis terkini menggarisbawahi pentingnya 1000 hari pertama kehidupan pada seorang anak (dari pembuahan hingga usia 2 tahun) dalam mencegah penyakit-penyakit di masa dewasa kelak. Nutrisi seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral disertai aktivitas fisik yang cukup merupakan salah satu modal utama ibu dalam menjalani kehamilan yang sehat.

Tim Medis RSIA BUNDA