APA YANG HARUS DILAKUKAN JIKA ANAK DEMAM?

Admin | Senin, 13 Januari 2020

Demam adalah suatu kondisi yang umum terjadi pada anak-anak. Demam merupakan suatu respon tubuh terhadap adanya suatu proses peradangan baik yang ringan hingga yang cukup serius. Proses peradangan tersebut dapat terjadi karena banyak hal, mulai dari tumbuhnya gigi, kelelahan otot, infeksi virus ringan, infeksi bakteri, hingga infeksi virus yang cukup berat seperti demam berdarah dan  lain-lain. Sebagian besar demam disebabkan oleh infeksi virus ringan, yang mana akan sembuh dengan sendirinya asalkan daya tahan tubuh sang anak baik. Adanya demam menunjukkan bahwa sistem imun tubuh bekerja dengan baik sehingga Ibu tidak perlu terlalu khawatir jika anak demam, namun tetap selalu waspada untuk memantau kondisi anak.

Demam dikatakan jika suhu tubuh anak sudah mencapai di atas 37,5 derajat Celcius. Pastikan untuk mengukur suhu anak menggunakan termometer, bukan hanya menggunakan punggung tangan. Termometer yang digunakan sebaiknya adalah termometer aksila/ ketiak, namun jika dirasa sulit, termometer dahi juga dapat digunakan.

Lalu apa yang harus dilakukan jika anak demam?

Pertama, anak perlu cukup cairan. Pastikan asupan cairan anak terpenuhi.

Kedua, berikan obat penurun panas misalnya Paracetamol, Ibuprofen, atau obat yang mengandung Metampiron. Konsultasikan ke dokter untuk mengetahui dosis yang paling tepat untuk anak. Obat yang paling umum digunakan adalah Paracetamol. Berikan setiap 4 hingga 6 jam dengan dosis 10-15 mg/ kgBB setiap kali pemberian jika anak demam.

Ketiga, kompres anak menggunakan lampin dan air dengan suhu ruangan di dahi, ketiak, lipat paha, dan leher.

Keempat, jangan menutup anak dengan selimut atau pakaian-pakaian tebal supaya proses pelepasan panas tubuh ke udara dapat terjadi secara optimal.

Kelima adalah bawalah anak ke dokter jika suhunya mencapai di atas 39,5 derajat Celcius, anak tidak mau makan/minum, muntah atau diare berlebihan, mengalami nyeri perut hebat, mimisan atau gusi berdarah, kejang, sesak napas, penurunan kesadaran, dan demam terus menerus lebih dari 3 hari.

Sekarang Ibu sudah lebih paham mengenai demam pada anak. Diharapkan Ibu tidak lagi khawatir berlebihan jika anak demam, bisa memberikan penanganan awal terbaik, dan bisa tahu kapan harus berkonsultasi ke dokter,

 

 

Salam,

dr. Yustina Elisa Febriany