CEGAH STUNTING SEJAK DINI

Admin | Kamis, 21 Maret 2019

Stunting, taukah Anda apa itu stunting?  Stunting adalah istilah yang sering disebut untuk kasus pertumbuhan anak yang terganggu karena kurangnya asupan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Stunting atau istilah lain menurut WHO adalah anak yang secara antropometri lebih pendek dari rerata tinggi badan normal anak-anak seusianya. Stunting menggambarkan adanya masalah gizi kronis yang dipengaruhi dari kondisi ibu/calon ibu, masa janin, dan masa bayi/balita, termasuk penyakit yang diderita selama masa balita. Seperti masalah gizi lainnya, tidak hanya terkait masalah kesehatan, namun juga dipengaruhi berbagai kondisi lain yang secara tidak langsung mempengaruhi kesehatan.

 

Stunting saat ini tengah menjadi topik utama yang diperbincangkan di dunia gizi, dan menurut para ahli gizi stunting merupakan ancaman terbesar bagi kualitas hidup manusia di masa mendatang. Tidak hanya urusan tinggi badan, stunting menjadi penting untuk diberantas karena terkait dengan hambatan pertumbuhan otak anak, penurunan kualitas belajar, penurunan produktivitas di usia dewasa dan ancaman penyakit tidak menular seperti obesitas, hipertensi, diabetes mellitus dan sebagainya.

 

Berdasarkan Kementrian Kesehatan RI Pusat Data dan Informasi 2016, "pencegahan stunting dapat diperbaikan  meliputi upaya untuk mencegah dan mengurangi gangguan secara langsung (intervensi gizi spesifik) dan upaya untuk mencegah dan mengurangi gangguan secara tidak  langsung (intervensi gizi sensitif). Intervensi gizi spesifik umumnya dilakukan di sektor kesehatan dan intervensi gizi sensitif yang melibatkan berbagai sektor seperti ketahanan pangan, ketersediaan air bersih dan sanitasi, penanggulangan kemiskinan, pendidikan, sosial, dan sebagainya". 

 

Lantas siapakah orang pertama yang berperan penting dalam melakukan pencegahan stunting? Tentu saja jawabannya adalah Ibu hamil itu sendiri, sebab ibu hamil sendirilah yang mengatur semua asupan gizi yang diterima oleh si buah hatinya. Faktor gizi Ibu sebelum dan selama kehamilan merupakan salah satu penyebab tidak langsung yang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin, jadi  gizi sangatlah penting untuk diprioritaskan.

 

Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan melakukan pemenuhan kebutuhan zat gizi bagi ibu hamil, mengkonsumsi makanan yang bergizi cukup, mendapatkan suplementasi zat gizi, serta mematau kesehatannya. Setelah bayi lahir, berikan ASI secara eksklusif pada bayi ketika usia 0 - 6 bulan dan jangan diberi makanan apapun selain ASI. Berikan kolostrum atau air susu ibu berwarna kuning yang pertama kali keluar. Setelah usia lebih dari 6 bulan berikan makanan pendaping asi atau MP ASI dan berikan ASI sampai usia 2 tahun sesering mungkin.Berikan imunisasi dasar lengkap dan vitamin A dan memantau tumbuh kembang sang buah hati dengan memeriksakanya ke posyandu terdekat, guna mendeteksi dini terjadinya kemungkinan gangguan pada pertumbuhan anak. Lakukan prilaku hidup bersih dan sehat.