7 Serba Serbi kulit saat hamil

Oleh Admin | Selasa, 19 Agustus 2014 | 48634 Views
7 Serba Serbi kulit saat hamil

7 Serba-serbi Kulit Saat Hamil

(7 What, Why, and How – on pregnancy skin changes)

 

Saat ibu dinyatakan hamil, ibu akan mulai melihat perubahan-perubahan yang terjadi pada kulit. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh berubahnya status hormonal ibu. Masing-masing ibu hamil akan mengalami perubahan kulit yang tidak sama satu sama lain. Manakah dari sekian poin di bawah ini yang ibu alami?

 

1. Stretch marks

 

What? Stretch marks merupakan satu dari sekian banyak perubahan kulit selama hamil yang paling sering diperbincangkan oleh para ibu. Stretch marks muncul sebagai garis-garis halus berwarna merah muda atau bahkan merah tua.

 

Why? Mitos berkata, stretch marks timbul karena ibu merasakan gatal, lalu digaruk, lalu berbekas. Namun bukan, stretch marks terjadi karena regangan yang terjadi tiba-tiba pada kulit, seiring dengan bertambahnya berat badan ibu. Regangan ini merobek serabut kolagen yang ada di bawah kulit, sehingga menimbulkan “retakan” yang berserabut. Itulah sebabnya stretchmarks timbul pada bagian perut, paha, payudara, dan lengan, yaitu bagian-bagian yang paling bertambah ukurannya.

 

How to deal with it? Menjaga kenaikan berat badan saat hamil agar stabil dan terkendali merupakan salah satu cara untuk mencegah timbulnya stretch marks. Namun ada juga hal-hal lain yang dapat dilakukan, antara lain : olahraga yang bersifat stretching dan penggunaan pelembab yang mengandung vitamin E dapat membantu meningkatkan elastisitas kulit. Jika sudah terlanjur muncul, ibu tidak perlu khawatir karena stretch marks akan memudar, namun memang membutuhkan waktu yang cukup  lama dan tidak bisa hilang sama sekali. Jika ingin menghilangkannya sama sekali, ibu dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin untuk melakukan tindakan intensed pulse light.

 

2. “Topeng” kehamilan

 

What? “Topeng” kehamilan juga disebut sebagai melasma dan chloasma. Melasma merupakan bercak-bercak berwarna hitam yang muncul pada kulit wajah ibu. Bintik ini paling sering muncul pada dahi dan pipi.

 

Why? Saat ibu hamil, tubuh memproduksi lebih banyak hormon, yang menyebabkan peningkatan pigmentasi kulit.

 

How to deal with it? Untuk mencegah terjadinya “topeng” kehamilan, ibu harus selalu menggunakan tabir surya yang baik, minimal berkekuatan SPF 15 saat ibu bepergian keluar rumah. Ibu juga bisa mengenakan topi atau payung untuk melindungi wajah dari sinar matahari. Saat hamil, kulit ibu menjadi ekstra sensitif, sehingga terkena sinar matahari akan memicu bintik hitam muncul pada wajah.

 

Selain melasma dan chloasma, warna puting susu akan bertambah gelap seiring dengan perubahan hormonal ibu. Hal ini diteliti memiliki manfaat yang luar biasa, yaitu dengan kemampuan penglihatan bayi yang masih terbatas gelap dan terang, puting susu ibu yang berwarna gelap akan terlihat jelas, membantu bayi menemukannya saat proses inisiasi menyusu dini dan proses menyusui kelak.

 

3. Wajah yang berbinar

 

What? Ibu akan menyadari bahwa kulit ibu tampak berbinar, berseri-seri, dan tampak lebih cantik daripada biasanya. Hal inilah alasan mengapa ibu hamil sering dikatakan memiliki aura yang berbeda atau inner beauty.

 

Why? Saat ibu hamil, darah yang beredar dalam tubuh mengalami peningkatan sebesar hampir 50%, menyebabkan wajah tampak lebih merona. Tubuh juga memproduksi beberapa hormon yang menyebabkan kelenjar minyak bekerja berlebihan, menghasilkan wajah yang berkilat.

 

How to deal with it? Jika produksi minyak pada wajah terlalu banyak, ibu dapat menggunakan produk perawatan kulit khusus untuk ibu hamil, yang disediakan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin. Waspadalah, karena ada beberapa bahan aktif yang dilarang digunakan oleh ibu hamil karena berisiko pada kesehatan janin.

 

4. Komedo dan jerawat

 

What? Komedo/black head/white head merupakan kotoran yang tersumbat dalam pori-pori kulit, tampak seperti bintik-bintik berwarna putih atau hitam, sering terbentuk terutama di daerah pipi dan hidung. Sedangkan jerawat adalah kelenjar minyak pada wajah yang terinfeksi, disebabkan oleh kotoran wajah yang bercampur dengan minyak hasil produksi kelenjar sebasea.

 

Why? Jika sebelum hamil, ibu memiliki jerawat pada wajah, saat hamil, jerawat masih akan muncul, dan kadang bertambah berat seiring dengan bertambahnya hormon yang merangsang kelenjar minyak berproduksi.

 

How to deal with it? Ibu harus rutin membersihkan wajah. Hindari pembersih wajah yang berwarna, dan terlalu wangi. Zat pewarna, pewangi, dan pengawetnya dapat mengiritasi kulit sensitif ibu hamil. Membersihkan wajah dapat mengakibatkan kondisi kulit menjadi kering, pakai pelembab yang sesuai untuk jenis kulit ibu. Hindari produk perawatan wajah yang bertuliskan khusus untuk kulit berjerawat, karena bahan aktifnya tidak direkomendasikan untuk ibu hamil. Lebih baik konsultasikan pada dokter spesialis kulit dan kelamin untuk mendapatkan perawatan yang pasti aman.

 

5. Varises

 

What? Varises atau varicose veins adalah pembuluh darah yang berwarna kebiruan, muncul terutama pada betis.

 

Why? Tubuh ibu hamil mengkompensasi peningkatan aliran darah yang masuk ke janin. Akibatnya, pembuluh darah balik atau vena mengalami “kelelahan” sehingga mengendur dan terjadi penumpukan sel darah pada bagian tertentu.

 

How to deal with it?

  • Hindari posisi berdiri atau duduk terlalu lama, karena akan menambah beban pada pembuluh darah.
  • Mendapatkan cukup asupan vitamin C yang membantu pembuluh darah tetap sehat dan elastis
  • Duduk atau berbaring dengan posisi kaki lebih tinggi dari kepala, kira-kira selama 30 menit
  • Hindari penambahan berat badan yang berlebih saat hamil

 

6. Kulit  perut kering dan gatal

 

What? Kulit perut terasa kering, bahkan saat diraba, mengeluarkan suara gesekan seperti saat kita merabakertas. Selain tidak nyaman, terasa gatal, terutama saat malam hari.

 

Why? Seiring dengan pertumbuhan sang buah hati, perut ibu membesar dan kulitnya teregang. Hal ini  menyebabkan kulit kering dan gatal. Hal ini disebut PUPP (Pruritic Urticarial Papules and Plagues). PUPP muncul pada 1 dari 150 kehamilan, akan hilang setelah kehamilan usai.

 

How to deal with it? Untuk membantu menghilangkan rasa kering  dan gatal, ibu harus menjaga kelembaban kulit. Jika rasa gatalnya tak tertahankan, konsultasikan dengan dokter spesialis kulit untuk mendapatkan resep obat anti gatal yang aman dan krim anti gatal..

 

Catatan khusus : Jika ibu mengalaminya saat akhir kehamilan, disertai rasa mual, muntah, kehilangan nafsu makan, kelelahan berlebih, dan warna kuning pada mata, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan ibu, karena harus diperiksa apakah ibu mengalami kolestasis yaitu gangguan fungsi hati. Dokter akan menyarankan pemeriksaan darah untuk memastikannya. Kolestasis terjadi pada 1 dari 50 kehamilan, tidak berbahaya, dan dapat sembuh sempurna.

 

7. Linea Nigra

 

What? Linea Nigra adalah garis lurus berwarna hitam yang muncul dari pusar sampai ke kemaluan. Sebenarnya garis tersebut sudah ada sejak sebelum kehamilan, namun ibu tidak menyadarinya karena warnanya tidak segelap saat hamil.

 

Why? Dengan perubahan status hormonal ibu, garis tersebut berwarna lebih gelap. Biasanya mulai disadari saat usia kehamilan ibu menginjak 4-5 bulan.

 

How to deal with it? Tidak ada yang bisa dilakukan untuk mencegahnya muncul, namun setelah ibu melahirkan, garis ini akan memudar dengan sendirinya.

 

 

 

 

 

Dr. Rahmat Sugianto, Sp.KK

Spesialis Kulit dan Kelamin

Bunda Maternity Hospital